
JANGAN pernah BELI KOMIK impor kalo mau komik indonesia maju.. ![]()
Beberapa hari yang lalu ada seorang teman yang mengeluhkan tentang kondisi dunia “komik” di indonesia. Ada beberapa kata kata dia yang menarik untuk disimak :
1. orang indonesia payah gak ngerti seni, komik hanya dianggap sebagai bacaan anak kecil,
2. penerbit di indonesia kriminal karena gak mau terima (jarang) naskah komik dari dalam negeri..
wah kenyataan yang mengerikan ya.. tapi anehnya.. saat ditanya apakah dia juga suka beli komik indonesia..???
jawabannya mengejutkan… dia bilang.. “gw cuma punya 3 komik..itu dulu beli pas event XXXXX di jakarta” dan lebih kerennya dia ternyata rutin membeli sebuah komik terjemahan buatan negeri dewa matahari.. dan alasannya “buat referensi aja”
waaaa… mengejutkan sekali, dan pembicaraan seperti ini tidak satu atau dua kali di lakukan. Bapak Presiden sempat melakukan obrolan ringan dengan beberapa komikus tentang hal ini.. dan jawabannya sama saja.. mereka pengen komik indonesia maju dan mereka terus aktif bikin komik ini itu dan aktif pula dalam organisasi menggalang kekuatan komik lokal.. tapi mereka malas membeli komik lokal..
luar biasa..!!
Mereka lupa hukum ekonomi berlaku disini.. dimana tidak ada demand ya produksi menurun dan akhirnya digantikan oleh produk yang lebih disukai masyarakat..
Penerbit tidak bisa disalahkan karena mereka bukan yayasan yang bisa sukarela membuang uang demi satu idealisme.
Intinya kalo para komikus pengen industri komik maju.. cobalah untuk mau membeli komik buatan lokal, dan Komikus yang berhasil menerbitkan komik harus punya tanggung jawab untuk membuat komik yang tidak asal asalan dan berkualitas bagus. Jangan membuat cerita yang terlalu mengawang2 gara gara kebanyakan baca komik terjemahan… Jangan juga terjebak Kejayaan masa lalu alias POST POWER SINDROM.. memang komik kita pernah mengalami kejayaan.. tapi itu DULU..!!!
sekarang waktunya bangkit, belajar dari kegagalan dan berani BERUBAH, jaman dahulu beda dengan jaman sekarang. Gundala memang rajanya di jaman keemasannya.. tapi sekarang jamannya Naruto, Hellboy dll.. its time to EVOLVE…!!!!!
EVOLVE or PERISH..!!!!!
sumber : http://republikkolor.wordpress.com

YOOOO… idem
tapi kenapa gw juga males beli komik buatan dalam negeri…
kl mau orang-orang seperti gw mau beli, komik yang dibuat juga harus semenarik bikinan komikus negeri matahari.
Yang gw liat, kualitas gambar tidak selalu menjadi acuan (kita bisa lihat shinchan, bakabon, kariage kun, dll) yang penting gambarnya sesuai dengan cerita. Komikus kita keliatannya selalu memaksakan diri untuk membuat komik yang tipe gambarsnya seperti … hmmm… saint saiya. Keren sih, tapi kalau alur cerita dan kekakuan gambarnya bisa diperbaiki sih ok juga.
Ingat, kita tidak bisa memaksakan menjual sesuatu yang buruk walau pun kepada keluarga sendiri (maksudnya biar dipaksa juga dia g bakalan beli) kecuali dia cuman berniat untuk sedekah dan tidak mempergunakan barang itu.
Kalu sayur sih ok-ok aja. tapi kalau untuk komik … maaf… saya dan teman2 yang sejenis dengan saya tidak akan membelinya (realistis aja bro)
jangan niru komik luar kalo mau komik indonesia maju,….
mmmmm mungkin ini yang lebih tepat,…..
harus punya ciri sendiri dong,…. ga kebarat baratan ala marvel,… ato ke jepang jepang an kayak manga,….
so ,…. hayo sapa berani bikin konsep baru komik yang mulai membosankan seperti manga dan gaya heroik ala marvel?
Halooo, salah kalau mau dunia perkomikan kita maju tapi nggak mau baca komik luar … . Terlalu fanatik – seperti katak dalam tempurung, malah nggak bisa maju. Buat Komikus Indonesia, baca SEMUA komik luar negeri yang sukses di pasaran, belajar dari sana, pelajari semua teknik dan jangan menutup mata setiap kemungkinan. Orang menjadi ahli itu berguru pada banyak orang. Baru kemudian terasah daya kreatifnya dengan menciptakan gayanya sendiri. Semua seniman begitu, bahkan ahli kungfu dalam cerita silat belajar pada banyak guru. Saya yakin komik Indonesia bisa maju. Sukses selalu … .